Senin, 21 Agustus 2023

Penegakan Pemenuhan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia: Menjaga Martabat dan Keadilan

     


     Hak asasi manusia (HAM) melambangkan esensi kemanusiaan dan prinsip-prinsip moral yang universal. Memastikan penegakan pemenuhan dan perlindungan HAM tidak hanya menjadi tugas, melainkan juga kewajiban bagi setiap masyarakat yang berkomitmen terhadap martabat dan keadilan. Artikel ini bermaksud untuk menguraikan peran krusial dan tantangan kompleks dalam menjaga agar hak-hak dasar ini dihormati serta terlindungi dengan sebaik-baiknya.

    Hak asasi manusia lebih dari sekadar seperangkat peraturan hukum; ia adalah fondasi filosofis yang menghormati dan mengakui nilai intrinsik dan martabat setiap individu. Prinsip-prinsip fundamental HAM mencakup martabat, kebebasan, kesetaraan, dan keadilan, yang melintasi batas negara dan budaya. Standar ini menjadi dasar bagi norma-norma internasional yang diakui dan dijunjung tinggi oleh masyarakat global.

Peran Penegakan HAM dalam Masyarakat:

1. Pengaturan Hukum

Mendasarkan penegakan pemenuhan dan perlindungan HAM pada kerangka hukum internasional memberikan landasan yang kuat bagi upaya tersebut. Instrumen hukum internasional seperti Konvensi Hak Asasi Manusia PBB dan perjanjian regional memiliki peran vital dalam memberikan dasar hukum yang mengikat negara-negara untuk melindungi hak-hak individu dan mempertanggungjawabkan pelanggarannya.

2. Lembaga Penegak HAM

        Lembaga-lembaga penegakan HAM, baik di tingkat nasional maupun internasional, berperan penting dalam memantau dan memastikan implementasi HAM. Komisi nasional HAM, pengadilan internasional, dan lembaga-lembaga PBB terlibat dalam pengawasan dan perlindungan HAM, memastikan tidak hanya pemberian hak, tetapi juga penegakan hak-hak tersebut.

3. Pendidikan dan Kesadaran HAM

           Pendidikan tentang HAM memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan pemahaman tentang hak-hak dasar individu. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip-prinsip HAM, masyarakat menjadi lebih mampu untuk mengenali pelanggaran, mendorong pemenuhan HAM, serta mencegah tindakan-tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tersebut.

Sementara HAM memiliki cakupan universal, perbedaan budaya, norma, dan tradisi mempengaruhi interpretasi dan implementasinya. Menemukan titik keseimbangan yang tepat antara prinsip-prinsip internasional dan konteks budaya lokal merupakan tantangan, di mana perlunya menghormati keanekaragaman budaya tidak boleh mengesampingkan perlindungan hak-hak individu.

Penting untuk diakui bahwa akses terhadap sistem peradilan tidak selalu merata di seluruh masyarakat. Faktor-faktor seperti kemiskinan, ketidaksetaraan gender, dan diskriminasi dapat menjadi penghalang bagi individu untuk mendapatkan akses yang sama terhadap sistem peradilan dan perlindungan HAM.

Majunya teknologi telah membawa isu baru dalam ranah HAM. Privasi, keamanan data, dan pengawasan elektronik adalah sejumlah tantangan yang memerlukan diskusi mendalam tentang bagaimana batasan teknologi dapat diatur tanpa melanggar hak-hak individu.

Kerjasama internasional menjadi elemen sentral dalam upaya penegakan pemenuhan dan perlindungan HAM. Negara-negara bekerja sama untuk berbagi pengalaman, praktik terbaik, serta memperkuat sistem perlindungan HAM secara bersama-sama.

Penting untuk mengenali contoh-contoh keberhasilan dalam penegakan HAM. Beberapa negara telah berhasil membangun lembaga-lembaga yang kuat, mengadopsi hukum yang sesuai dengan standar internasional, dan mendorong budaya penghargaan terhadap hak asasi manusia.

Penegakan pemenuhan dan perlindungan HAM bukanlah sekadar opsi, melainkan prinsip dasar bagi keberlangsungan masyarakat yang adil dan berkeadilan. Dalam menghadapi tantangan kompleks, menjaga keseimbangan antara nilai-nilai universal dan keberagaman budaya adalah penting. Komitmen terhadap hak asasi manusia menjadi pilar utama untuk mewujudkan masyarakat yang menghormati martabat dan prinsip-prinsip kemanusiaan, menghindarkan diskriminasi, dan memberikan kesempatan yang sama bagi semua individu.


Sumber:

Setyowati, H., & Muchiningtias, N. (2018). Peran Advokat Dalam Memberikan Bantuan Hukum Kepada Masyarakat Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia. Lex Scientia Law Review2(2), 155-168.

Aswandi, B., & Roisah, K. (2019). Negara hukum dan demokrasi pancasila dalam kaitannya dengan hak asasi manusia (HAM). Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia1(1), 128-145.


Rabu, 08 Februari 2023

Full Day School

 

            Pelajar dan belajar, kedua kata ini memiliki hubungan yang erat satu sama lain. Pelajar tentu memiliki kewajiban untuk belajar, dengan tujuan mengasah diri agar bisa menguasai sebuah materi dan permasalahan belum bisa teratasi. Hampir semua pelajar memiliki kendala dalam proses memulai kegiatan belajar. Maka dari itu untuk memulai sebuah pembelajaran,  pelajar harus memiliki niat dan tekad demi terlaksana lancarnya kegiatan belajar.

            Bagi pelajar yang sudah terbiasa dengan kegiatan belajar, tidaklah sulit untuk memulai kegiatan pembelajaran. Bahkan tidak sedikit pelajar yang menjadikan belajar itu sebagai hobi yang digemari, Mereka berfikir, bahwa dengan belajar kita dapat mengerjakan sesuatu menjadi lebih mudah dan memiliki kepuasan tersendiri ketika dapat menyelesaikan sebuah soal atau praktek yang sudah terselesaikan.

            Namun, bagi pelajar yang baru untuk memulai kegiatan belajar, tentu sulit untuk memulainya. Mereka belum terbiasa untuk fokus pada saat proses belajar berlangsung, pelajar dapat dengan mudah terdistraksi dengan apa yang terjadi di sekeliling mereka, mulai dari pikiran dalam diri maupun gerakan, dan suara yang terjadi di sekitar area belajar.

            Pada saat ini hampir seluruh sekolah menengah atas di Indonesia memberlakukan sistem full day school. Sistem full day school yang diberlakukan di setiap sekolah memiliki waktu yang beragam, namun pada umumnya proses belajar mengajar dilaksanakan selama 8 jam di hari senin sampai jum’at. Tentunya dengan lamanya waktu tersebut, pelajar diharuskan untuk senantiasa fokus agar dapat memahami materi yang diberikan oleh guru.

            Dengan adanya sistem full day school tentu memiliki kelebihan dalam pelaksanaannya. Diantaranya, (1) Efektif dalam membentuk karakter pesesrta didik. Maksudnya, dengan diterapkannya full day school ini otomatis  para murid akan menghabiskan waktu yang lebih banyak waktunya di sekolah, hal ini akan memudahkan guru dalam mengontrol dan mengawasi perilaku muridnya dan akan meminimalisir terjadinya perilaku dan pengaruh yang tidak baik dari lingkungan sekitar.

            (2) Membuat siswa memiliki waktu lebih banyak untuk belajar. Full day school adalah solusi dalam memaksimalkan potensi peserta didik baik dalam ranah kognitif, afektif dan prikomotor karena siswa akan punya lebih banyak waktu untuk belajar. Kata belajar tidak hanya diindentikkan dengan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam ruangan kelas, namun mencakup segala aktivitas siswa selama berada di sekolah.

(3) Hari libur menjadi lebih banyak. Waktu libur siswa yang biasanya 1 hari menjadi 2 hari, hal ini disebabkan oleh kegiatan pembelajaran hanya akan aktif pada hari senin sampai jum’at. Hal ini membuat siswa lebih menikmti lebih banyak waktu untuk bermain dan mengespresikan dirinya serta mengurangi kejenuhan siswa dalam proses belajar di sekolah.

            Selain memiliki kelebihan, sistem full day school ini memiliki kekurangan. Diantaranya, (1) Kemampuan otak anak untuk menerima pelajaran memiliki batas tertentu.Belajar yang dilakukan dalam jangka waktu lama juga tidak baik untuk psikologi anak. Full day school yang mengharuskan anak untuk belajar 8 jam di sekolah. Dikhawatirkan murid akan jenuh untuk belajar dalam waktu lama yang membuat anak susah menangkap pelajaran.

            (2) Murid menjadi gampang sakit dan rentan stress.Tidak dipungkiri bahwa belajar selama 8 jam membuat murid menjadi lelah dan akan mudah jatuh sakit karena imun tubuhnya bisa menurun. Seharian berada di sekolah dan dihadapkan oleh masalah atau tugas yang terjadi di sekolah dapat membuat murid mudah stress.

Akhir kata

            Kebijakan pemberlakuan sistem full day school menuai pro dan kontra dalam penerapannya. Setiap kebijakan tak lepas dari berbagai tantangan dari berbagai pihak,baik dari dalam sekolah maupun dari luar. Pembiasaan belajar yang semula pada sekolah menengah pertama yang menerapkan 6 jam belajar menjadi 8 jam atau yang dikenal dengan full day school di sekolah menengah atas. Perubahan waktu belajar di sekolah membuat kita harus mengatur jadwal ulang untuk  melakukan kegiatan di luar jam sekolah. Efektif atau tidaknya sistem ini, semua tergantung pada siapa yang menjalaninya.

 

Daftar Pustaka

“Kelebihan dan Kekurangan Full Day School”. 2016. Dalam website https://www.rijal09.com/2016/11/kelebihan-dan-kekurangan-full-day-school.html?m=1 diakses pada 6 Februari 2023

 

“Pentingnya Tahu Kelebihan dan Kekurangan Sistem Belajar Full day school untuk Anak”. Dalam website https://www.habbie.co.id/full-day-school diakses pada 6 Februari 2023

Rabu, 18 Januari 2023

Darurat Adab Yang Terjadi Pada Pelajar

           Tahukah kalian apa definisi adab? Adab adalah norma atau aturan yang mengenai sopan santun berdasarkan nilai-nilai budaya dan aturan agama. Adab tentu penting bagi manusia, sebab adab merupakan salah satu dari perilaku akhlak yang terpuji, sehingga manusia dapat dituntut untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat menempatkan diri pada kondisi yang sesuai. Adab juga menjadi penentu dalam menimba ilmu. Dengan adab kita dapat memperoleh ilmu yang berkah, baik ilmu agama maupun pengetahuan umum yang diajarkan oleh orang tua dan guru.
           
           Sebagai pelajar kita sudah diajarkan bagaimana cara beradab kepada sesama manusia. Namun pada kenyataannya masih ada banyak pelajar yang kurang atau bahkan tidak memiliki adab kepada orang lain. Sudah banyak beredar berita dan video yang menampilkan murid yang tidak patuh dan tidak menuruti perintah guru, bahkan ada pula yang memperlihatkan murid yang sedang bertengkar atau berkelahi dengan gurunya. Di balik layar, pasti masih banyak kasus yang tidak diketahui publik. Misalnya para pelajar sekarang terbiasa menggunakan kata-kata kasar dan umpatan, melawan orang tua, melakukan perundungan, bahkan ada yang berani melakukan tindakan kriminal seperti tawuran, pelecehan seksual, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan lain-lain. Kasus-kasus tersebut menjadi bukti lemahnya pendidikan karakter di negeri ini.

        Miris sekali mendengar kasus kekerasan fisik maupun verbal yang dilakukan oleh para pelajar terhadap teman sesuaianya. Orang tua mempunyai peranan besar untuk membangun perilaku anaknya, baik di rumah, sekolah, maupun di lingkungannya. Maka dari itu, kita harus pandai-pandai memilih teman dan juga harus melakukan refleksi terhadap diri kita sendiri. Setidaknya, kita dapat menyadari apakah perilaku yang kita lakukan selama ini sudah sesuai adab atau belum. Jika merasa belum sesuai adab, segeralah kita memperbaiki adab diri kita sendiri demi menjadi pribadi yang lebih baik.

Rabu, 30 November 2022

Sisi SMA

      Sejak kecil kita banyak mendengar bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah. Namun kalimat tersebut diperuntukkan bagi orang yang telah menyelesaikan pendidikan yang berseragam putih abu-abu berikut.
     Namun bagi pelajar yang masih duduk di bangku SMA ungkapan tersebut tidak berlaku bagi mereka saat ini. Bahkan ada dari sebagian murid merasa tertekan ketika berada di bangku SMA. Setiap hari mereka harus bangun pagi, jika terlambat harus siap bertanggung jawab atas perbuatan mereka pada peraturan yang berlaku, belum lagi jika mereka bertemu dengan guru yang tidak disukai, mereka dituntut untuk banyak membaca, mengerjakan banyak tugas yang diberikan dan harus dikumpulkan pada tenggat yang sudah ditetapkan. Selain itu mereka juga dihadapkan dengan masalah sosial. Misalnya dikucilkan oleh teman, dimanfaatkan teman, memendam rasa cinta kepada teman, tidak berani mengungkapkan perasaan kepada orang yang disuka, melihat orang yang disukai malah menyukai orang lain, diputus oleh pacar atau bahkan ditolak cintanya oleh orang yang disuka.
     Balik lagi kita harus mengingat bahwa kita adalah seorang pelajar yang harus patuh dan taat pada guru dan peraturan yang berlaku di sekolah. Kita adalah pelajar yang mempunyai tanggung jawab terhadap masa depan kita. Kita sadari bahwa orang tua memiliki harapan besar akan kesuksesan anaknya. Yang kedua ada lingkungan dan teman, lingkungan dan teman tidak tega jika melihat temannya dalam keadaan susah. Mereka menginginkan kita untuk sukses agar dapat menjadi contoh bagi sekitar. Yang terakhir adalah Bangsa dan Negara. Bangsa dan Negara memiliki harapan yang besar kepada kita. Kelak kita akan menjadi calon pemimpin bangsa yang dapat meneruskan perjuangan para pahlawan yang memerdekakan bangsa, dan mampu menjaga keutuhan tanah air. 

Artikel ini ditulis berdasarkan link:  https://pingkanhendrayana.blogspot.com/2020/06/pelajar-saya-harus-bagaimana.html


Penegakan Pemenuhan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia: Menjaga Martabat dan Keadilan

            Hak asasi manusia (HAM) melambangkan esensi kemanusiaan dan prinsip-prinsip moral yang universal. Memastikan penegakan pemenuhan...